Menu

Bangun Ruang Kelas Baru di Rumpin, Hazairin Puji Kopel dan Yapika-ActionAid

0 Comment


POJOKSATU.id, BOGOR – Setelah lama menanti, akhirnya SDN Cipinang 01 dan SDN Cipinang 03 memiliki ruang kelas baru. Kemarin (2/3), Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia bersama Yapika-ActionAid menyerahkan bantuan ke sekolah yang berlokasi di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor itu.
Penyerahan bantuan dan peletakan batu pertama dihadiri CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu, perwakilan Desa Cipinang, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, serta relawan.
Direktur Kopel Indonesia, Syamsudin Alimsyah mengatakan sudah lama SDN Cipinang 01 rusak. Namun, sekolah tersebut tak kunjung diperbaiki meski sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Menurut Syamsudin, banyak sekolah yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. “Perlu ada tindakan dan solusi,” tegasnya.
Oleh karena itu, Kopel bersama Yapika-ActionAid berupaya membantu sekolah tersebut melalui Program Sekolah Aman.
Direktur Eksekutif Yapika-ActionAid Fransisca Fitri menambahkan untuk menikmati pendidikan butuh tempat yang aman, nyaman dan layak. “Tapi sering tidak diperhatikan dan dipandang remeh,” kata Fransisca.
Inilah lokasi pembangunan kelas baru di Rumpin, Bogor. (Nelvi/Radar Bogor)
Kepala SDN Cipinang 1 Umamah mengaku sangat terbantu. Sebab, kata dia, sejak lama ruang kelas di sekolahnya itu tak memiliki plafon.
“Kami sudah pernah mengajukan bantuan tapi sampai sekarang tak kunjung terealisasi,” ujarnya.
Berkat dorongan Kopel dan Yapika-ActionAid bangunan sekolah akhirnya direhabilitasi. “Akhirnya kami punya kelas baru,” kata Umamah.
Selain SDN Cipinang 01, Kopel dan Yapika-ActionAid juga membangun kelas jauh SDN Cipinang 03 di Kampung Kebon Cau, RT 03/08, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin.
Kepala SDN Cipinang 3 Engkos Kosasih mengatakan keinginan mempunyai ruang kelas akhirnya bisa terwujud. Meski semi permanen tetapi menurut Engkos bisa membuat murid lebih semangat.
“Lahan hibah dari Pemerintah Desa Cipinang seluas 500 dan yang digunakan 275 meter. Mudah–mudahan tidak akan lama, dalam satu bulan bisa terisi,” ujarnya saat ditemui di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin.
Di tempat yang sama Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Asep Achdiat Sudrajat mengapresiasi pihak ketiga yang telah membantu kondisi sekolah di pelosok.
“Dalam hal ini Yapika-ActionAid dan Kopel yang sudah banyak membantu terhadap sekolah jauh. Tentunya dalam hal ini menjadi tanggungjawab semua, maupun Disdik juga,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (3/2).
Hazairin Sitepu pose bareng dengan guru-guru di SDN Cipinang Rumpin, Bogor. (Nelvi/Radar Bogor
Asep mengaku Dinas Pendidikan tidak berdiam diri. Sebab kata dia kriteria pendidikan itu ada beberapa kelas salah satunya sekolah jauh yang memang cikal bakal menjadi kelas reguler.
“Kelas jauh itu dibangun dari sekolah induk, cikal bakal kelas reguler biasa, sedangkan sekolah terbuka bagi siswa melaksanakan pembelajaran sesuai waktunya dan kelas satu atap,” jelasnya.
Asep menuturkan, selama ini pihaknya terkendala laporan kondisi pendidikan di pelosok. Padahal, informasi sekecil apapun segera ditindaklanjuti jangan sampai berlarut lama.
“Justru kami tak memperoleh laporan tiba – tiba muncul seperti ini, padahal SDN Cipinang 03 ini sudah berlangsung lama sejak sepuluh tahun lalu,” tuturnya.
Hazairin: Pengabdian Guru di Sini Luar Biasa
Sementara itu CEO Radar Bogor Hazairin Sitepu mengaku prihatin karena sekolah tersebut berada di ibu kota Kecamatan Rumpin, tetapi siswanya masih belajar di selasar depan rumah.
Hazairin memuji perjuangan ketua RT setempat untuk mendapatkan sarana dan prasarana pendidikan, patut diapresiasi. Begitu pun dengan para guru yang tak kenal lelah dalam mendidik anak.
“Luar biasa guru-guru ini. Oleh karena itu, saya mengajak beberapa teman untuk sama-sama membantu menyelesaikan persoalan ini,” ucap Hazairin.
Hazairin melihat pengabdian guru di Desa Cipinang sangat luar biasa. Karena itu, kata Hazairin, selayaknya mereka mendapat perhatian dari semua pihak, terutama pemerintah daerah.
“Kita memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada teman-teman guru yang pengabdiannya luar biasa. Kita belum tahu mereka ini dihargai atau tidak. Tapi paling tiak, ini adalah pengabdian yang tinggi yang telah diberikan oleh guru-guru di sini,” tambahnya.
Hazairin berharap pemerintah daerah membiasakan diri berkunjung ke daerah terpencil untuk melihat kondisi masyarakatnya.
“Jadi, sekiranya kepala dinas (pendidikan), kepala bidang, bupati bisa jalan-jalan seperti ini, akan menguntungkan sekali. Mereka bisa melihat langsung realitas yang ada di lapangan,” tandas Hazairin.
(nal/radarbogor/pojoksatu)

Sẽ thật nguy nếu giáo dục cứ mãi bắt đầu từ “quyền lực“
Sunday November 05, 2017

Vì một chữ “SỢ” mà không ít học sinh Việt Nam đang phải làm những điều mà chúng không thích bởi trên đầu chúng đang lơ lửng một quả tạ mang tên “QUYỀN LỰC”. Làm thế nào để con vui vẻ đến trường thay vì mếu máo, khóc lóc? Bí

Giáo viên sẽ có thang, bảng lương riêng?
Wednesday November 08, 2017

Bộ GD-ĐT kiến nghị Chính phủ xây dựng hệ thống thang, bảng lương riêng xác định theo vị trí việc làm, trả lương trên cơ sở mức độ phức tạp và chất lượng hiệu quả công việc của nhà giáo. Bộ GD-ĐT lên tiếng về việc cấm giáo viên dạy

The post Giáo viên sẽ có thang, bảng lương riêng? appeared first on Bao24h.

The post Sẽ thật nguy nếu giáo dục cứ mãi bắt đầu từ “quyền lực“ appeared first on Bao24h.


Thursday January 01, 1970

Tags: